(Disclaimer: Bagian awal tulisan ini dikutip sepenuh hati dari buku Jeffrey Lang, ‘Aku Beriman maka Aku Bertanya’, denga
n sedikit perubahan.)
Tanya:
Aku menganggap Tuhan tidak adil, sebab kita tidak diberi kesempatan yang sama untuk masuk surga. Aku mempunyai seorang saudara sepupu muslimah yang orang tuanya meninggal sewaktu ia masih bayi, dan ia kemudian dibesarkan oleh pamannya. Akan tetapi, pamannya suka menggerayangi tubuhnya setelah ia tumbuh jadi gadis kecil, dan kemudian memperkosanya sehingga ia lari dari rumah dalam usia menjelang dua puluh tahun. Sekarang, ia menjadi pelacur dan tidur dengan siapa saja yang mengajaknya. Bagaimana mungkin seorang gadis yang dibesarkan dalam lingkungan bejat semacam itu dan secara seksual dilecehkan semenjak kecil dimintai pertanggungjawaban yang sama dengan orang sepertiku yang besar dalam keluarga baik-baik? Rasanya tidak adil.
Pengantar: (-arie-)
Masalah utama di sini adalah cara berpikir kita yang linear. IP bagus itu di atas 3,5; kalau sekolah tinggi itu berarti pinter, dsb. (Pengantar olehku, yang dendam dengan sekolah. Hehe.) Hmm, lalu apakah Tuhan memiliki kebijakan yang linear? Begini analisis Jeffrey Lang:

