Konsep Akrual Diskresioner dalam Penelitian Managemen dan Kualitas Laba

Mohon pencerahan, saya meneliti tentang kualitas laba yang pengukurannya menggunakan discretionary accrual. Pendapat Dechow menyatakan DA model Jones cocok untuk mengukur manajemen laba. Lalu bagaimana hubungan manajemen laba dengan kualitas laba? *saya ditanya dosen ”kamu meneliti kualitas laba atau manajemen laba?” Hehe. Terima kasih.

Pertama kali, kamu perlu tau dulu apa makna akrual diskresioner. Secara konsep, akrual diskresioner adalah akrual yang nilainya ditentukan oleh kebijakan/diskresi managemen. Akrual diskresioner dianggap memiliki hubungan yang terpola dengan aspek-aspek lain perusahaan, seperti akrual total, pendapatan, piutang, plant, property, and equipment (PPE). Kadang, ada sejumlah nilai akrual diskresioner yang tidak cocok dengan pola hubungannya dengan aspek-aspek tersebut. Nilai ini disebut akrual diskresioner abnormal,yang sering digunakan sebagai proksi bahwa akrual diskresioner telah “diutak-atik.” Tujuan akhir utak-atik akrual diskresioner tersebut, tentu saja, adalah utak-atik angka laba atau, dengan kata lain, manipulasi laba.

Contoh:

Dalam contoh di atas, kita lihat bahwa dalam kasus laporan keuangan yang diutak-atik, perusahaan mengurangi jumlah akrual pengurang labanya dari 100 menjadi 25. Ada akrual diskresioner abnormal senilai 75 di sini. Dengan demikian, angka laba naik dari -50 menjadi 25.

Secara umum, investor dan pihak eksternal lainnya tidak memiliki sumber daya (e.g. waktu, akses, kemampuan) untuk mengetahui apakah angka laba dimanipulasi atau tidak ataupun berapa besar jumlah manipulasinya. Oleh karenanya, mereka bergantung pada auditor untuk mengkonfirmasi angka laba tersebut. Kadang kala, angka laba manipulasian itu lolos dan tersaji sebagai angka laba laporan keuangan auditan. Angka tersebut dipercaya oleh investor dan kemudian digunakan untuk melakukan penilaian kinerja.

Contoh:

Bila investor menggunakan laba yang tidak dimanipulasi maka ia akan memutuskan untuk tidak menambah investasinya ke dalam proyek terkait. Sementara, bila investor menggunakan laba yang dimanipulasi maka ia justru akan memutuskan untuk menambah investasinya dalam jumlah besar. Logika yang sama juga berlaku bagi investor pasar modal. Dengan kriteria yang sama, pemegang saham mungkin sedang mempertimbangkan untuk menjual, mempertahankan (hold), ataupun membeli lagi saham perusahaan X. Dalam kasus tersebut, investor akan menjual sahamnya bila ia mengetahui laba sebenarnya, tanpa manipulasi. Namun, dengan laba manipulasian, ia justru akan membeli lagi saham perusahaan X.

Angka laba manipulasian menyebabkan investor keliru mengambil keputusan. Angka laba tersebut tidak berkualitas. Sudah menemukan hubungannnya? Laba yang dimanipulasi adalah laba yang tidak berkualitas. Laba tersebut tidak dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Bicara teknis, akrual diskresioner dapat digunakan baik sebagai proksi manipulasi laba atapun sebagai proksi kualitas laba, seperti 2 sisi dari koin yang sama.

Terakhir, apakah penelitianmu termasuk penelitian manipulasi laba atau kualitas laba? Ini tidak dapat dilihat dari proksi yang kamu gunakan (i.e. akrual diskresioner). Kamu harus melihatnya dari pertanyaan penelitian yang kamu ajukan dan konteks yang melatarbelakangi pertanyaan penelitian itu (set-up).

About these ads

Tagged:

38 thoughts on “Konsep Akrual Diskresioner dalam Penelitian Managemen dan Kualitas Laba

  1. siti February 18, 2013 at 15:43

    oke mbak arie terima kasih atas penjelasannya.. ternyata ada bermacam-macam proksi untuk mengukur kualitas laba.. selama ini saya hanya terpatok pada erc :)

    • arierahayu February 18, 2013 at 16:49

      Sama-sama. Bagus itu kamu sudah ingin tahu (curious) dan mau mengkonfirmasi.

  2. dita_maherina May 2, 2013 at 13:10

    mbak saya lagi kerjain skripsi mengenai “kebijakan akrual untuk meminimalkan pajak pada perusahaan go publik”….bagsx variabelx apa ya mbak….soalnya pas saya buat variabel X nya pendapatan dan aktiva, variabel Y nya total akrual yang akan dipisahkan menjadi discretionary accrual sebagai ukuran dari manajemen laba dan non discretionary accrual…. trus dosenx bilang “kok ndk nyambung gtu ya variabel nya sama judulx”…..
    jadi bagusnya apa ya mbak variabelnya yang cocok…….???

    • arierahayu May 2, 2013 at 15:36

      Gini, untuk cari tau variabel apa yang cocok, coba bikin persamaan empirisnya berdasar judul anda. Dosen anda bilang itu nggak nyambung karena judul anda meminimalkan pajak tapi nggak ada variabel pajak di dalamnya.

  3. dita_maherina May 6, 2013 at 15:49

    nax lgi mbak…..ni kn rumus discretionary accrual TA it = NDA it – DA it …, jd cara menentukan nila NDA sama DA t nilainya d peroleh dr mna t mbak……???.

    • arierahayu May 6, 2013 at 19:11

      Liat di bagian Model Jones ya… :D

  4. Sri May 22, 2013 at 08:41

    Assalamualaikum mbak arie,,, mau tanya ne,,,, ada gag c manajemen laba di bank syariah????

    • arierahayu May 22, 2013 at 10:06

      Eh saya nggak ngerti kalau soal syariah, jadi nggak bisa jawab nih.

  5. satrio May 23, 2013 at 13:20

    mba mau taya yang model jones akrual= perubahan aset – perubahan kas& setara kas-liabilitas – utang wesel dan utang jangka panjang jatuh tempo itu bener ya kalo mau ngitung perubahan ya cuman dikurangi aja tanpa harus dibagi?

    • arierahayu May 23, 2013 at 13:26

      Iya bener. Yang dibagi itu nanti pas nyari akrual diskresioner.

  6. satrio May 23, 2013 at 13:53

    karo yari akrual lancar ya aja gak usah di bagi berarti mba? soal ya saya bingung kalo pertumbuhankan di bagi nah kalo perubahan apa kah di bagi jua..
    rumus ya ya bener akruallancar= aset2010-aset2009/aset2009..?

    ada jurnal yang bisa membantu gak mba?
    Sebelumnya terimkasih,

    • arierahayu May 23, 2013 at 16:23

      Saya nggak inget nih kalo teknisnya.

      Coba cari paper di SSRN, keyword discretionary accrual. Cari yang pengarangnya terkenal (Patricia Dechow, Paul Zarowin, Sugata Roychowdhury, dsb) atau dari universitas bagus (NYU, Harvard, dsb). Umumnya mereka bagus dalam menjelaskan.

  7. satrio May 24, 2013 at 12:44

    oke terimakasih banyak….

Comments are closed.

%d bloggers like this: