Feng-Shui & Akuntansi

Pernah baca penelitian value relevance? Itu tentang hubungan angka akuntansi ama nilai saham. Nah biasanya kalo hasilnya menunjukkan ada hubungan, ini terus dijadikan alasan bahwa akuntansi itu masih berguna buat pasar saham……. Umm, aku jadi inget cerita ini-dari  tulisannya Hermawan Kertajaya (karena udah lama dan lupa bacanya di mana, akhirnya aku tadi googling untuk ngelengkapi infonya):

Ceritanya tuh Hotel Hyatt buka cabang di Singapura. Hotel internasional ini pake desainer mereka plus standar jaringan mereka donk. Aku ngebayangin kalo mereka mengabaikan feng-shui. Kebetulannya, menurut feng-shui peruntungan (rejeki) mereka tuh jelek tapi mereka cuek aja (ya iya lah..). Nah pas dibuka, ternyata hotel itu beneran nggak laris… Akhirnya mereka pun manggil geomancer dan ngebenerin feng-shui-nya. Lah koq ndilalah abis itu larisnya amit-amit to… Hermawan Kertajaya terus ngasi pertanyaan reflektif yang menarik: itu emang feng-shui-nya yang berhasil atau sekadar menunjukkan the power of suggestion (the self-fulfilling prophecy) mengingat orang Singapura itu percaya banget sama feng-shui (waktu feng-shui-nya jelek mereka nggak mau masuk dan mengakibatkan occupancy rate-nya rendah, vice versa)?

Mirip nggak sih ama kasus angka akuntansi dan nilai saham itu? (Harus mirip 😛 ). Yah mungkin angka akuntansi itu emang berguna makanya dipake atau bisa juga investor sekadar percaya (nggak tau beneran berguna apa enggaknya) bahwa angka akuntansi itu berguna (perceived as useful) makanya mereka make dan oleh karenanya fulfilling the prophecy (bahwa akuntansi itu berguna).

Pertanyaannya sekarang: kalo angka akuntansi itu mempengaruhi nilai saham maka hal ini menunjukkan bahwa angka akuntansi memiliki usefulness atau perceived usefulness?

Iklan