Akuntansi tuh Mirip Bahasa Indonesia loh…

Apa serapan energy? Jadi energi kan. Serapan management? Jadi manajemen. Sebenernya huruf “g” dalam Bahasa Inggris tuh kalo diserap ke Bahasa Indonesia tetep huruf “g” atau jadi huruf “j”? Misalnya kata merger diserap jadi merger atau merjer? Bingung kan… (Hehehe.. Sukurin)

Coba di akuntansi yah. Perusahaan yang melakukan pembelian cicilan/kredit mencatatkan penambahan aset sebagai akibat transaksinya. Gimana dengan perusahaan yang melakukan leasing? Koq gak dicatet sebagai penambahan aset juga… Emang beda yah pembelian cicilan dan the so-called “lease” itu?

(Buat temen2 yang nggak di akuntansi: lease itu benere “topeng” untuk pembelian cicilan. Keuntungan “make” lease dibandingin pembelian cicilan adalah tidak adanya penambahan aset dalam lease sehingga itung2an kinerja seperti ROI, ROA, ROE bisa lebih bagus.)

Ketidaklogisan semacam ini banyak loh di akuntansi. SFAC misalnya…. dari dulu udah sering diributkan orang tentang ketidaklogisannya plus juga masalah circularity-nya. (Sampe sekarang masih dipake loh.. Hebat..)

Nah, dengan ketidaklogisan semacam itu kita disuruh bernalar runtut ketika belajar akuntansi? Woww…

(Aku lagi “nungguin” konsep akuntansi dengan pendekatan matematika yang diajukan Pak Sony nih [Dr. Sony Warsono, MAFIS]. Ada optimisme bahwa pendekatan matematika bisa memecahkan masalah ketidaklogisan di akuntansi nih. 😀 )

Iklan