Bikin Outline Latar Belakang

Selama ini, aku nulis sesuatu tuh langsung mengalir aja alias jarang dipikirin strukturnya. Nah tadi pas ngecek tulisan “latar belakang” untuk makalah riset, aku kepikiran untuk menuliskan inti tiap paragraf dari latar belakan yang sudah kubuat. Hasilnya? Cukup nyambung di awal2 (par. 1-7) tapi di belakang ancur minah (par 8-10).

Bagian yang ancur itu bener2 memalukan dan merusak cerita yg pengen disajikan di latar belakang. Alhasil, aku pun menyerah untuuk sok tau dan mencoba saran para pakar untuk membuat outline. Ternyata… tidak mudah saudara2. Perlu 3-4 kali revisi baru dapet outline yang lumayan. Oya, sebagai catatan, itu belum termasuk nanti acara mengisi alias merinci/mengelaborasi outline tersebut yah.

Woke… mulai deh bikin outline. Percobaan pertama ini menggunakan langkah2 sebagai berikut:

  1. Kutulis apa yang mau ku teliti.
  2. Kutulis kenapa aku mau neliti itu dalam 1 paragraf saja. (Satu paragraf itu untuk memastikan bahwa aku bener2 tau alasan pentingnya penelitianku.)
  3. Kuelaborasi/rinci 1 paragraf itu ke dalam poin2 (alias outline). Satu poin hanya boleh untuk satu kalimat (nggak mesti kalimat lengkap sih).
  4. Ku-cek apakah tiap poin cukup nyambung dengan 1 poin di atas dan 1 poin di bawahnya.
  5. Ku-cek apakah poin2 tersebut sudah menceritakan paragraf yg hendak dielaborasi (poin 2).
  6. Ku-cek apakah cerita poin2 tersebut sudah runut (runtut logika).
  7. Selesai deh. ^_^

Umm… kata orang2 yg pinter nulis, penulis yg baik itu tidak bisa jadi dalam semalam (kalo dua malam mungkin nggak yah??) maka yg perlu aku lakukan adalah selalu menulis, biar jelek sekalipun (alesan biar gak dikomen kalo tulisanku jelek), dan untuk kemudian merevisinya. Lagi dan lagi.. yg penting tau prinsipnya dulu, nanti lama-kelamaan tulisannya akan membaik dg sendirinya seiring dg banyaknya praktik yg dilakukan. Wah kapan ya saat2 menyenangkan itu datang padaku? Hehehe.. sambil menunggu, kutulis post ini. πŸ˜€

Iklan