Definisi laba: Apa yang coba direpresentasinya?

Laba akuntansi (accounting income) telah didefinisikan secara formal dalam dua cara (Wolk et al. 2004, p.372) yaitu, kurang-lebih, sebagai:

1)      hasil pengurangan biaya dan rugi dari pendapatan. Definisi ini menggunakan pendekatan revenue-expense dan berasal dari Accounting Terminology Bulletin (ATB) 2 dan Accounting Principles Board (APB) Statement 4,

2)      selisih/perubahan ekuitas. Definisi ini menggunakan pendekatan asset-liability dan berasal dari Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No.6.

Ada hal yang menarik di sini yaitu kedua definisi tersebut sama-sama hanya memberi prosedur pengukuran dan bukannya definisi yang memberi/mewakili gambaran suatu konstruk. Betapa menariknya hal ini digambarkan dalam Figure 1.

Figure 1

Perbandingan Pendefinisian Laba dan Nilai TPA

Ada dua keuntungan yang dapat diperoleh akuntan dengan memberi definisi yang hanya berisi prosedur pengukuran semacam ini. Pertama, akuntansi memastikan bahwa ia hanya akan melakukan hal-hal yang pasti bisa dilakukannya (yaitu mengurangkan biaya dari pendapatan). Bandingkan bila laba didefinisi (secara eksplisit) sebagai ukuran kinerja maka, di era aset tak berwujud sekarang, laba akan lebih dari sekedar mengurangkan biaya dari pendapatan (lihat Kaplan dan Norton 1996, Baruch Lev 2001) dan hal tersebut belum tentu bisa dilakukan oleh akuntan/akuntansi.

Kedua, akuntansi mengurangi ruang untuk kritik atas (kemungkinan) ketidakmampuannya merepresentasi sesuatu karena evaluasi atasnya menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Misalnya bila laba didefinisi sebagai ukuran kinerja maka publik dapat menilai apakah pendapatan dikurangi biaya merupakan ukuran yang baik untuk kinerja. Definisi yang sekarang nyaris tidak memungkinkan hal ini dilakukan dengan mudah. Bila hendak mengkritik laba maka publik harus memahami dulu apa arti pendapatan dikurangi biaya. Hal ini nyaris sama mudahnya dengan bila akuntan disuruh memahami arti jumlah dari kemampuan verbal, kemampuan matematis, dan kemampuan logis/logika sebelum menilai kepantasan nilai TPA merepresentasi apapun yang seharusnya ia representasi (ini tergantung pula pada anggapan kita atas arti penjumlahan tersebut.

Bagaimana menurut anda?

*****************************

(Note: ini juga saya posting di milis “Diskusi Akuntansi”, http://groups.yahoo.com/group/diskusiakuntansi/)

Iklan

2 thoughts on “Definisi laba: Apa yang coba direpresentasinya?

  1. maksudnya disini, laba kurang bisa merepresentasikan kinerja dari perusahaan ya? tetapi menurut saya salah satu tujuan perusahaan yang profit oriented itu adalah memaksimalkan nilai shareholders, maka dari itu untuk menarik minat investor yg diperlukan untuk menilai kinerja dari perusahaan itu dengan menggunakan P/L statement, ya mungkin memang laba tidak dapat mewakili kinerja perusahaan yang sesungguhnya, namun setidaknya satu tujuan yakni maksimalisasi nilai shareholders sudah tercover, itu menurut saya mbak…

    Suka

    1. Bukan. Laba itu tidak jelas mau merepresentasi apa. Tidak ada pernyataan yang tegas (dalam regulasi) bahwa laba merepresentasi kinerja, misalnya. Untuk tahu definisi laba, kita harus mengerti elemen pembangunnya dulu. Aneh Menarik kan? 😀

      Suka

Komentar ditutup.