Budaya ‘Outstanding’

Tantangan utama pendidikan ada di memampukan murid untuk belajar secara mandiri.  macanIlmu pengetahuan akan terus terperbaharui (updated) atau berubah, namun selama orang bisa belajar secara mandiri maka nggak akan ada masalah.

Sifat belajar secara mandiri itu sukarela, mesti ada keinginan dari pihak si murid untuk mempelajari sesuatu. Bagaimana menumbuhkan keinginan itu? Satu-satunya yang terpikirkan adalah dengan membuat murid merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Ini kemudian yang jadi tantangan besar. Sebab pengalaman menyenangkan hanya akan timbul di saat kita mengerjakan secara serius dan mendalam suatu tugas/kerjaan yang cukup kompleks. Kenapa jadi tantangan besar? Sebab budaya kita umumnya adalah mengerjakan sesuatu apa adanya, yang penting cukup/memadai. Jarang sekali ada tempat/budaya yang benar-benar mendorong kita untuk “ayo kamu kerjakan tugas/hal ini dengan luar biasa (outstanding)” atau “ayo bikin karya yang sebagus mungkin”.

Ada juga kita disuruh bikin sebagus mungkin sesuai standar tertentu, contoh gampangnya UN. Itu bukan sebagus mungkin juga namanya, sebab yang umumnya terjadi adalah kita berusaha memenuhi standar-standar itu saja tanpa memikirkan peluang lain di luar standar. Itu sih masih jalan aman. Kadang ada sih tempat yang bilang ‘outstanding’ sebagai budaya/value-nya, namun kalau gagal murid diberi sanksi. Ya itu sama saja boong, sebab usaha menghasilkan karya yang benar-benar bagus selalu berisiko gagal.


Di sisi lain, ini juga peluang besar. Kalau dunia pendidikan bisa mencapai hal ini maka bukan saja dia mencapai tujuannya sendiri dalam memampukan murid untuk belajar secara mandiri; namun juga memunculkan murid-murid dengan budaya ‘outstanding‘. Bayangkan masyarakat yang banyak bagiannya diisi dengan orang-orang inovatif dan proaktif yang terbiasa melakukan kerja dan/atau menghasilkan karya terbaiknya. Dunia pendidikan akan menjadi agen perubahan yang sesungguhnya. Dan kali ini bukan slogan semata.

PS: Aku nggak percaya dengan inspirasi/inspirator sebagai pemimpin. Orang-orang yang membuat perubahan bukan orang yang pandai berkata-kata dan memberi inspirasi, melainkan justru orang-orang yang mampu membuat/mendorong sistem baru yang bekerja dengan baik. Kontribusi besar Thomas Alva Edison dan Nikola Tesla bukan soal menemukan lampu (banyak klaim penemuan lampu sebelum mereka), melainkan menciptakan sistem perlistrikan yang memungkinkan lampu digunakan secara luas.

Iklan

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s