Teori Evolusi vs Agama: Bukan soal Monyet

Setelah lama belajar biologi, baru di umur 32 tahun ini aku tau apa itu teori evolusi. Selama ini aku taunya teori evolusi itu cerita soal perubahan makhluk secara perlahan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Keliru. 😥

Teori evolusi itu bercerita bahwa variasi makhluk terjadi secara random (acak), karena kebetulan semata. Variasi ini wajar terjadi sebab hal random/acak bisa terjadi setiap saat. Misalnya nih, bapak – ibunya biasa aja, eh anaknya supercakep. Random kan? *ditimpuk*

Oke, lalu bagaimana mungkin makhluk hidup yang ada sekarang itu ya seperti yang ada sekarang? Kenapa jerapah lehernya panjang? Nah, jadi inget istilah di kelas biologi dulu yah? Natural selection, seleksi alamiah. Berhubung susah dapat makan, jerapah berleher pendek jadi cepat mati. Alhasil, yang tersisa pun tinggal jerapah-jerapah berleher panjang. Eh tapi jangan salah, kadang-kadang peristiwa random terjadi lagi dan jerapah-jerapah berleher panjang bisa saja menghasilkan jerapah berleher pendek. Apa yang kemudian terjadi? Tetep aja, dia bakal susah dapat makan dan mati duluan. Natural selection. Contoh

Sekarang ini jerapah-jerapah berleher panjang bukan karena mereka menyesuaikan diri, namun karena kalau ada yang berleher pendek pun umurnya tak panjang. Hewan sebagai orang tua malah kejam juga. Kalau kebetulan mereka punya anak yang lemah atau cacat, biasanya orang tuanya nggak mau ngurus sehingga nanti mati terlantar. Ya mungkin karena mereka bisa merasakan bahwa anak itu tidak akan bertahan di alam liar.

Oke, biar terkesan asik, aku kasi contoh yang asik-tapi-logikanya-agak-nggak-mirip: es krim. Iya, es krim. Coba kamu pergi ke supermarket yang ada ekosistem Walls di sana. Perhatikan apa saja isinya. Kadang ada yang sangat random sehingga kita berpikir ini penemunya baik-baik aja ya waktu bikin? Misalnya nih es krim rasa pisang Lion King. *ada koq beneran* *tahun 2000-an* *tua aku* Es krim itu kayaknya sih nggak laris. Trus kenapa sekarang nggak ada? Apakah dia berevolusi jadi Magnum Blackforest demi melariskan diri? Ya enggak lah, berhubung alam tidak menginginkannya maka si ekosistem Walls berhenti memproduksi jenis itu. Masuk akal banget ya? Teori evolusi ini memang begitu solid. Teori evolusi disebut teori bukan dalam artian umum atau biasanya yang berarti argumen, melainkan yang berarti prinsip atau hukum alam. Neil deGrasse Tyson menyebut teori evolusi ini sesolid teori gravitasi, kenyataan yang tak bisa dibantah. (Bersambung ke halaman berikutnya.)

Iklan

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s