dr. Ignaz Semmelweis

Nggak kebayang rasanya jadi dr. Ignaz Semmelweis.

“…only God knows the number of pa­tients who went prematurely to their graves be­cause of me.”

Bayangin menulis paper untuk meyakinkan orang-orang bahwa setelah pengamatan yang hati-hati dan mendalam serta beberapa eksperimen dengan hasil yang meyakinkan, ternyata dia menemukan bahwa dia sendirilah yang selama ini secara tidak sengaja “membunuh” ratusan, bahkan mungkin ribuan, ibu melahirkan beserta bayinya.

Sebagaimana saat ini, dr. Semmelweis yang juga seorang pengajar banyak menggunakan mayat dalam kelasnya. Bedanya, waktu itu dunia belum mengenal konsep kuman, apalagi antibiotika. Bersih cuma berarti mencuci tangan dengan sabun yang sebenarnya nggak efektif membunuh kuman berbahaya. Alhasil, banyak dokter secara nggak sengaja mentransfer kuman dari mayat dan/atau luka ke ibu melahirkan dan bayi baru lahir. dr. Semmelweis termasuk seorang di antaranya.

Yang luar biasa, dr. Semmelweis berani mencari tau dan mengakuinya secara terbuka di depan kolega-koleganya demi memperbaiki fenomena kematian ibu dan bayi yang ada. Sungguh seorang ilmuan dan pendidik sejati. Berani mencari kebenaran dan menyebarkannya walaupun rasanya luar biasa pahit.

“In consequence of my conviction I must af­firm that only God knows the number of pa­tients who went prematurely to their graves be­cause of me. I have examined corpses to an extent equaled by few other obstetricians. If I say this also of another physician, my intention is only to bring to consciousness a truth that, to humanity’s great misfortune, has remained un­known through so many centuries. No matter how painful and oppressive such a recognition may be, the remedy does not lie in suppression. If the misfortune is not to persist forever, then this truth must be made known to everyone concerned.”

Paper lengkap dr. Ignaz Semmelweis bisa kamu baca di artikel Seth Godin ini…

“Ignaz Semmelweis had blood on his hands”

Iklan