Memulai Model Jones

Dalam paper “Earnings Management During Import Relief Investigation” (1991), Jennifer Jones memulai pemaparan hasilnya dengan statistik deskriptif berbasis Model DeAngelo (1986). Bagaimana sih Model DeAngelo ini?

Dalam model ini, akrual normal (ekspektasian) adalah akrual dari satu periode yang ditentukan. Kemudian, akrual abnormal adalah selisih akrual saat ini dengan akrual normal alias akrual periode tersebut. Misalnya nih, kita menggunakan tahun 2005 sebagai acuan akrual normal. Untuk tahu akrual abnormal tahun 2015 maka kita perlu mengurangkan akrual 2015 dengan akrual 2005.

Model ini memiliki asumsi dasar bahwa nyaris tidak ada perubahan akrual nondiskresioner dari tahun ke tahun alias ∆NA ≈ 0. Ini berarti perubahan akrual total hanya berasal dari perubahan akrual diskresioner. Ini berarti pula bahwa akrual total abnormal memiliki nilai yang nyaris sama dengan akrual diskresioner abnormal.

Mungkin bakal lebih jelas kalau pakai simbol matematis yah…

∆TA = ∆NDA + ∆DA

Bila (asumsi) ∆NA ≈ 0 maka

∆TA ≈ 0 + ∆DA

∆TA ≈ ∆DA

Keterangan:

∆TA = perubahan akrual total

∆DA = perubahan akrual diskresioner

∆NDA = perubahan akrual nondiskresioner

Kondisi Ekonomik

Nah, Jones kemudian memiliki pertanyaan krusial.. Bagaimana bila perubahan akrual nondiskresioner tidak sama dengan 0? Melainkan memiliki nilai tertentu sesuai dengan perubahan kondisi ekonomiknya? Dengan kata lain, bagaimana bila perubahan akrual nondiskresioner merupakan fungsi dari faktor ekonomiknya?

∆NDA = ∆ f(faktor ekonomik)

Apa aja faktor ekonomiknya? Jones memilih 2 variabel yang sepertinya ia gunakan sebagai proksi faktor ekonomik yang bisa mempengaruhi kondisi perusahaan dan, pada gilirannya, akrual nondiskresioner.

Pendapatan/Revenue (REV)    Variabel pertama adalah pendapatan. Secara umum, bila ada perubahan kondisi perekonomian maka pendapatan mau tidak mau pastilah terpengaruh. Dalam konteks paper Jones, bila impor terlalu besar maka diperkirakan industri dalam negeri akan tertekan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin kualitas barang impornya jauh lebih baik ataupun dengan bertambahnya pasokan maka harga akan tertekan turun. Manapun yang terjadi, ada kemungkinan cukup besar bahwa pendapatan perusahaan dalam negeri akan menurun.

Selain itu, pendapatan juga memiliki kaitan langsung dengan akrual total. Perubahan pendapatan sangat mungkin juga akan mempengaruhi (akrual) piutang, sediaan, dan utang. Berhubung Jones menggunakan modal kerja (working capital) sebagai dasar penghitungan akrual totalnya maka pengaruh perubahan pendapatan akan sangat terasa.

Plant, Property, and Equipment (PPE)      Variabel kedua adalah PPE. (Maaf ya istilah Indonesianya ribet nih.) Kenapa PPE dimasukkan? Kata Jones sih ini untuk mengontrol bagian akrual total yang terkait dengan biaya depresiasi nondiskresioner.

Apakah mungkin ada biaya depresiasi yang berubah bukan karena managemen?

(Btw, diskresioner sendiri berarti kebebasan untuk memilih, yang maknanya dalam konteks bisnis adalah kebijakan managemen.)

Mungkin aja. Bila ada perubahan nilai pabrik, properti, ataupun peralatan. Misalnya ada mesin nilainya Rp 100 juta, dengan umur ekonomis 10 tahun. Kalau pakai metode garis lurus maka depresiasinya Rp 20 juta per tahun ya? Kalau nih tiba-tiba ada onderdil mesin yang rusak sehingga umur ekonomisnya menyusut jadi 5 tahun maka mestinya ada perubahan depresiasi dong? Nah ini adalah contoh depresiasi yang terjadi bukan karena kebijakan managemen alias nondiskresioner.

Oke, sekarang ada 2 faktor ekonomik yang digunakan Jones. Ini berarti

∆NDA = ∆ f(faktor ekonomik)

∆NDA = f(REV, PPE)

REV dan PPE

Coba kita kembali ke persamaan awal tadi yah..

∆TA = ∆NDA + ∆DA

Bila ∆NDA = f(REV, PPE) maka

∆TA = ∆ f(REV, PPE) + ∆DA

Nah tapi…

persamaan di atas bicara soal perubahan, padahal kita tau sendiri bahwa Model Jones menggunakan tingkat/level. Oleh karena itu, aspek perubahannya (∆) perlu kita ilangin nih

TA = f(REV, PPE) + DA

 

Nah kurang lebih beginilah logika mulai terbentuknya Model Jones. Namun demikian, ini masih logika dalam persamaan matematis, padahal Jones menggunakan persamaan regresi. Kita bahas lagi kapan-kapan yah. 😀

Iklan

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s