Tentang Arie

Halo!

Arie Rahayu

Selamat datang di blog “Kolom Arie.” Saya Arie Rahayu, alumni akuntansi Unair angkatan 2000.

Blog ini saya mulai tahun 2008  semata-mata ingin mencoba blogging yang waktu itu relatif masih baru. Berhubung nggak punya tujuan tertentu maka isinya ya apapun yang menarik saat itu. Pos pertamanya saja berjudul “Feng-Shui dan Akuntansi”.

Lama-kelamaan, saya jadi tau bahwa ngeblog merupakan cara yang asik buat menjelajah ide. Alhasil banyak pos di blog ini merupakan pengamatan dan pemikiran santai. Jadi, kalau anda kebetulan baca pos yang tampaknya serius, jangan langsung percaya ya.. Cek dan ricek lagi ke sumber yang lebih terpercaya.

Oya, penting nih… 16 Juli Jon Snow bakal balik ke layar tv kita!

 

Winter is coming,

Arie

48 thoughts on “Tentang Arie

  1. Hai…aku dah mampir ke blogmu ya…blogmu ilmiah banget, beda sama blogku, iya beda konsep. Mgkn konsepmu ‘berbagi ilmu’ sedangkan aku, ya cuma diary n buat nyimpen sesuatu buat dibagikan ke anak cucu nanti..hehe…

    Ok kita bisa slg melengkapi ya…

    DL

    Suka

      1. Themesnya apik tenan ya. Kemarin saat ada pengumuman dari tim wordpress juga sangat penasaran pengen lihat bentuknya saat diterapkan di blog.

        Apik mbak …. layak pakai juga nih untuk seger2 biar orang2 tahu kalau blog kita tuh ada orangnya

        Hahahahaha

        Suka

  2. makasih yahhh Mbak atas karyamu dalam blog ini, sungguh sangat membantu saya dalam mengerti Teori Akuntansi…Salam Kenal,,,,,

    Suka

  3. mbak arie ada kontak yang bisa saya hubungi?

    saya tertarik untuk meneliti manajemen laba namun masih kurang faham mengenai perhitungan maupun konsepnya.

    1. jika akrual diskresioner sebenarnya tidak menunjukkan secara langsung terjadi atau tidaknya manajemen lama, lalu sebenarnya data yang kita gunakan sebagai proksi manajamenen laba itu apa? (jika ketidaknormalan akrual diskresioner sebagai proksinya, menentukan normal atau tidaknya bagaimana?)

    2. tulisannya mbak ari ini mengenai manajemen laba kyaknya terpisah pisah, kalo runtutannnya ketika kita mau menghitung mengenai diskresioner akrual dari awal itu bagaimana ya?. katakanlah saya menggunakan data panel 30 perusahaan dengan jangka waktu 5 tahun ( berarti secara umum saya punya 150 data). untuk mencari koefisiennya itu yang digunakan apakah per perusahaan atau bagaimana?

    3. kalo tanpa menentukaan perusahaan punya motif manajemen laba atau tidak dan tanpa pengelompokan perusahan dilihat dari kecenderungan untuk melakukan manajemen laba, apakah penelitian tersebut masih bisa dilakukan? ( seaidainya mau melakukan penelitianj perusahaan secara umum tanpa pengelompokan).

    Terima kasih mbak

    Suka

    1. (1) Menentukannya kontekstual. Konteks ini bisa karena desain rumus (misalnya ada beda makna antara rumus yang pakai konstan dan yang enggak); bisa karena desain penelitian (misal pakai perusahaan suspect — motivasi managemen laba); dsb.

      (2) Iya ini tulisannya terpisah-pisah. Berhubung ini jawabannya perlu mikir, ntar dulu yah. Atau daripada nunggu saya, bisa juga kamu liat-liat artikel managemen laba yang pakai data panel. Bagusnya yang artikel dari top journal. Mungkin agak repot karena pakai bahasa Inggris, tapi penjelasannya sangat instruktif dan mudah dimengerti.

      (3) Bisa dong, bahkan yang tanpa arah managemen laba (menginflasi atau mendeflasi laba) aja bisa koq. Ini kan ngomongin teknis ya? Kalau dari sisi teknis, penelitian tuh yang penting koheren aja, alias logikanya teratur dan terintegrasi (nyambung semua). Kalau latar belakang dan kemudian pertanyaan penelitianmu nggak menuntut ada motif managemen laba, ya gak masalah.

      Suka

  4. salam, mba boleh tanya, gmana cara mencari nilai koefisien persistensi laba dengan rumus:
    Earnings it = α + β Earnings it-1 + εit

    dimana: β = koefisien regresi sebagai proksi dari persistensi laba.

    sampel ada 10 perusahaan data 5 tahun, menggunakan spss?

    tq mba

    Suka

  5. Loh… kok saya baru nemu blog mbak Arie sekarang yah.. eman banget coba dari dulu saya udah ke sini.. blognya mbak bisa bikin saya lebih melek akuntansi… suka deh baca isi blog mbak yang konteksnya bagus2 dan masih enak dibaca ❤ terus semangat berkarya ya mbak.. aku tunggu pengalaman baru mbak yang lainnya ^^

    Suka

  6. Salam kenal sama Mbak Arie. kita tunggu tulisannya tentang manajemen laba lengkap dengan contoh-contoh manual tiap model. Saya tertarik dialog Mbak dengan mhs yang bertanya tentang manajemen laba.

    Suka

  7. selamat malam mba saya mau nanya, untuk model jones ini utk dpt koefisiennya apa pada saat kita meregres ini datanya harus berdistribusi normal dulu kah? karena saya coba pakai data yg blm di normalin ini hasilnya bagus, sedangkan kalo pakai data yg sudah di normalin ini hasil angka koefisiennya malah aneh, ada yg gede bgt dan ada yg 0,000 doang. jd seharusnya gmn? terima kasih..

    Suka

    1. Seingat saya gak perlu normal, soalnya koefisien ini kita pakai untuk menjelaskan (data yang ada), bukan untuk memprediksi. Namun coba cek ke dosen statistik atau ekonometri untuk lebih jelasnya.

      Suka

  8. Selamat siang mbak… saya mahasiswa semester akhir yang sedang menyelesaikan skripsi dengan judul analisis kualitas audit terhadap manajemen laba dalam 1 tahun menggunakan model modified jones.. saya msh bingung mengenai :
    1. apakah perusahan yang mengalami rugi,diikutkan serta dlm sampel ?alasannya mengapa ?
    2. apa tujuan dari nilai akrual diskresioner yang diabsolutkan ?apakah yang dilihat dari nilai absolut tersebut ?klo misalnya nilai DA kan kita bisa lihat dari positif negatif nya yang berarti perusahaan melakukan manajemen laba atau tidak.
    Terima kasih mbak.

    Suka

    1. Selamat siang Linda,

      Desain penelitian, seperti pertanyaanmu, sangat bergantung pada tujuan penelitiannya.

      Misalnya, kamu ingin tau apakah perusahaan di Indonesia memanagemen laba. Tujuan ini umum saja, tanpa peduli menginflasi (menaikkan secara semu) atau mendeflasi laba maka ya kamu perlu mengabsolutkan akrual diskresioner.

      Sebab yang penting besarannya kan? Mau inflasi laba Rp500 juta atau deflasi laba Rp500 juta, keduanya sama-sama managemen laba. Oleh karena itu angkanya diabsolutkan. Pun, perusahaan yang rugi juga dimasukkan ke dalam sampel.

      Jadi jawaban pertanyaanmu bisa beragam tergantung tujuan penelitianmu apa.

      Suka

  9. mb ari saya msh bingung untuk rumus ini agak membingungkan untuk manajemen laba
    NDAit = β1 (1 / Ait-1) + β2 (ΔREVt / Ait-1 – ΔRECt/ Ait-1)+ β3 (PPEt / Ait-1)
    untuk mencari ( misal mau mencari perusahaan di tahun 2013 )
    Ait-1 = total aset untuk perusahaan tahun 2012
    ΔREVt = perubahan pendapatan perusahaan ( pendapatan 2013-2012)
    pendapatan = penjualan neto?
    ΔRECt = perubahan piutang perusahaan ( piutang usaha 2013-2012)
    PPEt = total aktiva tetap perusahaan ( aktiva tetap 2013 )
    β1,2,3 = diperoleh setelah data diregresi.
    diregresi di program spss ya mb
    mksd nya d regresi setelah setiap komponen rumus di atas di temukan hasilnya di masukan ke dlm program spss ya mb

    Suka

  10. Wah sejak kapan mbak ngerombak blog? jadi bagus banget…. terima kasih banyak ya saya mahasiswa semester akhir yang skripsinya pakai rumus-rumus akrual aneh itu… postingan mbak tentang konsep akrual sangat membantu saya memahami skripsi saya, beneran saya jadi lebih pede dan ngerasa pintar banget waktu sidang proposal… heheheh 😛 saya tunggu postingan blog akuntansi ilmiah, sama review buku2 yang mbak udah baca dong? 😀 saya udah beli beberapa buku yang mbak ulas di goodreads, semuanya bagus2 dan cocok buat saya. Kalau nggak ada buku saya berasa ada yang kurang, tapi kalau udah waktunya beli buku mesti ragu, takut mahal2 eh isinya ternyata….. Jadi, semangat terus ya ngeblognya ^^

    Suka

  11. Selamat pagi kak Arie, perkenalkan saya Rian mahasiswa Univ. Mercubuana Jakarta
    Saat ini saya sedang melakukan penelitian tentang Manajemen Laba dan saya temukan Blog kak Arie yang paling getol membahas masalah ini :)))

    Saya ingin bertanya kak, mengenai Model Modified Jones :
    1. Mencari Total Akrual = NI – CFO
    2. Menghitung nilai Akrual dengan meregresi persamaan TAC/At-1 = β1(1/At-1)+ β2((ΔREVt )/At-1) + β3(PPEt/At-1) + e
    3. Menghitung Nondiscreationary Accruals dengan meregresi persamaan NDAt = β1(1/At-1)+ β2(ΔREVt – ΔRECt/At-1) + β3(PPEt/At-1)

    Nah pertanyaan saya mengenai tahapan yg ketiga ini nih kak. Kalo tahapan ke 2 saya bisa temukan regresinya karena bisa menghitung dependennya TAC/At-1 dan diregresikan dengan yang lain. Tapi utk NDA ini bagaimana cara menghitungnya di SPSS kak. Kan harus diisikan yah variabel NDA tersebut ke dependent variabel, sedangkan saya tidak ketemu cara menemukan nilainya kak. Apakah NDA itu didapat dari hasil Residual persamaan ke 2 atau ada cara spesifiknya kak?

    Terima kasih sebelumnya kak Arie, mohon bantuannya karena saya udah 2 bulan stuck gara2 ini :(((

    Suka

    1. Halo Rian,

      Rumus NDA itu rumus matematika bukan rumus empiris sehingga nggak ada residualnya dan nggak bisa diregresi melainkan dihitung biasa (matematis).

      Fungsi rumus itu hanya untuk menunjukkan bagian NDA di rumus Model Jones.

      Contoh:
      NDA = 2 + 3 + 4
      NDA = 9

      Suka

      1. Selamat pagi kak Arie, terima kasih sudah merespon pertanyaan saya. It means a lot to me…

        Berarti NDA itu dihitung tanpa regresi yah kak? Tidak seperti mencari persamaan nilai Akrual (((TAC/At-1 = β1(1/At-1)+ β2((ΔREVt )/At-1) + β3(PPEt/At-1) + e ))) yang harus diregresikan untuk mendapatkan β1 β2 β3?

        Merujuk dari penjelasan kak Arie diatas, konstanta β1 β2 β3 yang didapat dari hasil regresi Nilai Akrual dimasukkan ke dalam persamaan NDA ya?
        example , konstanta dari hasil regresi nilai Akrual : β1=2 ;β2=3 dan β3=4
        Maka menghitung NDA = 2(1/At-1)+ 3(ΔREVt – ΔRECt/At-1) + 4(PPEt/At-1)
        Seperti itu yah kak?

        Terima kasih banyak sebelumnya kak Arie Rahayu :)))

        Suka

      2. Iyak, bener banget.

        Mungkin ini bisa bantu lebih paham logika persamaannya. Breakdown rumusnya itu seperti ini:

        TAC/At-1 = β1(1/At-1)+ β2((ΔREVt )/At-1) + β3(PPEt/At-1) + e

        Total akrual (TA) = TAC/At-1
        Akrual non-diskresioner (NDA) = β1(1/At-1)+ β2((ΔREVt )/At-1) + β3(PPEt/At-1)
        Akrual diskresioner (DA) = e

        Jadi rumus akrual itu juga bisa kamu tulis seperti ini, misalnya

        Total akrual = NDA + e

        Suka

      3. Satu lagi kak Arie, mengenai rumus DA = TAC/At-1 – NDA
        Rumus tersebut masih rumus matematis pastinya, tapi di SPSS untuk transform trus compute variable nya saya ragu kak.

        Yang dimasukkan itu nilai residual dari persamaan TAC/At-1 lalu dikurangi NDA yah kak?

        Karena satu-satunya yang muncul di kolom data hanya nilai residual dari persamaan regresi dan hasil nilai NDA.

        Suka

      4. Enggak dong. Kan kamu punya nilai TAC/At-1 waktu ngeregresi. Secara umum, residual itu ya nilai DA. (Liat breakdown rumus di komen sebelumnya.)

        Kalau gitu, kenapa DA dihitung rumus sendiri? Nggak langsung pake residual aja?

        Ya soalnya kadang-kadang hal itu nggak berlaku. Kadang orang pake desain penelitian berlapis. Misalnya, data yang diregresi adalah data normal aja (ie. perusahaan yang tidak memanipulasi laba). Ini berarti gak ada residual untuk perusahaan yang diduga memanipulasi laba. Alhasil kudu dihitung secara manual.

        Suka

      5. Baik kak Arie, sejauh ini sepertinya udah ketemu silver lining nya :)))

        Lebih gampang untuk mengerti rumus break down dari kak Arie-nya lho .

        Namun untuk mendapatkan nilai error term (e) itu pada hasil regresi kita mengacu kepada nilai error yang mananya yah kak ?

        Overall, arahan dari kak Arie sangat membantu saya sejauh ini dalam menghitung manajemen laba menggunakan Modified Jones Model.

        Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ka Arie. Sukses dan sehat selalu yah Kak :))

        Suka

      6. Hai Rian, aduh maafkan… saya ada keliru. (Duh gimana ini 😅)

        Error term (e) alias akrual diskresionernya kudu kamu hitung matematis.

        1) Kamu cari koefisien pakai rumus yang pertama, TAC/At-1 = β1(1/At-1)+ β2((ΔREVt )/At-1) + β3(PPEt/At-1) + e

        2) Setelah itu, koefisiennya kamu masukkan (hitung matematis) ke rumus kedua, NDAt = β1(1/At-1)+ β2(ΔREVt – ΔRECt/At-1) + β3(PPEt/At-1). Abis ini berarti kan kamu dapat nilai NDA? Misalnya lah dapat nilai NDA 5.

        3) Nah sesudah dapat nilai NDA, baru kamu hitung DA. Dengan rumus DA = TA – NDA. Misalnya TA = 7, berarti DA ya 2 (7 – 5).

        Kenapa hitung matematis? Nah ini yang saya salah, ternyata rumus pertama dan keduamu agak beda dikit. Bedanya di variabel ΔREC. Yang pertama β2((ΔREVt )/At-1) menunjukkan faktor penjualan, sementara yang kedua β2(ΔREVt – ΔRECt/At-1) menunjukkan faktor penjualan tunai (pendapatan – piutang). Alhasil perlu hitung 2 kali.

        Dalam kasus ini, breakdown rumusnya cuman bisa dipakai buat menjelaskan logika berpikir akrual diskresioner aja. Nggak bisa buat aplikasi. Alhasil kamu perlu hitung akrual diskresioner secara manual. Nggak bisa pakai error term (residual).

        Oya, kalau mungkin desain penelitianmu menggunakan sampel khusus, itu bisa berarti regresi “2 kali” juga. Misalnya kamu pakai sampel suspect (diduga memanipulasi laba) dan non-suspect (tidak diduga memanipulasi laba) maka umumnya regresi untuk mencari koefisien hanya menggunakan sampel non-suspect saja. Sampel suspect-nya dihitung kemudian.

        Demikian. Kalo kira-kira saya ada keliru atau kurang-kurang lagi, tolong tanyakan aja yah. Makasih! 😄

        Suka

  12. Mbak arie, saya astrid mahasiswi S1 yg sedang melaksanakan penelitian terkait manajemen laba pre-ipo. Saya ingin menanyakan, apabila penelitian saya menggunakan data panel, dimana saya meneliti aktivitas IPO pd tahun2 tertentu, dan untk mendapatkan koef. Regresi akrual diskresi dgn model modified jones saya tidak mengelompokkan perusahaan kepada industri melainkan hanya per-tahun ipo nya saja. Apakah penelitian saya masih dapat diandalkan? Sebab asumsi saya bahwa perusahaan sebelum ipo melakukan manajemen laba dengam pola yg sama yaitu meningkatkan/mempertahankan laba. Mohon bantuannya mbak, terimakasih.

    Suka

    1. Halo Astrid, saya agak bingung dengan maksudmu. Mungkin bisa diperjelas?

      Oya, untuk IPO, apa tidak sebaiknya pakai time-series? Misalnya IPO Indofood, regresi data Indofood selama 5 tahun sebelum IPO. Angka akrual diskresionernya lantas dibandingkan dengan tahun IPO.

      Suka

  13. Halo mba, tulisannya sangat membantu saya dalam mengerjakan skripsi tentang akrual diskresioner juga. Saya ada pertanyaan2 lain, apakah saya boleh mendapatkan kontaknya mba? Terimakasih sblmnya.

    Suka

Bagaimana menurut anda?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s